kotak puisi
sudah sangat lama tidak menulis, kesibukan menyita waktu tenaga dan pikiran. frustrasi. berbagai tulisan sudah saya pikirkan, namun tidak ada yang nyata. ada baiknya kalau kegiatan terakhirini saya tuangkan dalam bentukan baru.
sebuah puisi
karya Iga Andita Lestari
serasa meminum asam yang dipaksakan
hingga lambung terluka
serasa menelan pahit empedu
hingga lidah kelu dan kaku
panas dalam dada
membakar hati dan logika
cinta
patah pergi lari kembali
sadarlah
sesungguhnhya
cinta penuh lara
hidup bukan hanya cinta
hidup bagai apa saja
menjelma menjadi cinta
menjelma bagai rasa
bagai setiap tatapan orang tua renta
yang memikul usaha hingga berpeluh
bagai setiap tawa anak kecil
yang belajar mengejar akal
bagai setiap aroma anak remaja
yang menari dalam metamorfosa
itu hidup
tiada definisi mengenainya
satu yang jelas tampak depan mata
hidup itu selayaknya sulit
agar kita hidupi hidup
“serasa meminum asam yang dipaksakan
hingga lambung terluka”
“serasa menelan pahit empedu
hingga lidah kelu dan kaku”
> ini mah kyknya gejala sakit maag ya. :p
“sadarlah, sesungguhnya cinta penuh lara”
“hidup bukan hanya cinta, hidup bagai apa saja”
“menjelma menjadi cinta, menjelma bagai rasa”
> can people live without love? could there be universe without love?
> too many questions, too many uncertainties.
> life’s hard but surely God is kind and loving. That’s what I know. That’s why you shouldn’t be frustrated.
> do what you have to do, aim high, try hard, make it easy on yourself, someday there will be an answer..