pembatasan konsumsi BBM

Dari sebuah artikel di Kompas.com saya membaca bahwa pemerintah akan membatasi BBM bersubsidi, dan regulasi tersebut sebenarnya sudah ada di UU APBN tahun 2012, sebenarnya telah diamanatkan sejak tahun 2011. menurut saya, tepat sekali pembatasan konsumsi BBM, apalagi BBM bersubsidi.

menurut Bapak Hatta Rajasa, tahun 2011 aja kita sudah melampaui kuota dan terjadi pembengkakan anggaran sebesar sekitar 30 triliun. apalagi di tahun 2012 dengan proyeksi pertumbuhan penduduk sekitar 6,7% kebutuhan transportasi akan semakin banyak, maka jika tidak ada kuota, diperkirakan konsumsi BBM dapat  melampaui kuota 40,49 kiloliter. Kalau begitu, konsentrasi terus terpusat pada BBM sehingga sektor lain akan kurang diperhatikan.

menurut saya pribadi, apa yang telah dipikirkan oleh pemerintah tepat sekali, kita harus memberi batasan penggunaan, maka salah satu langkah konkret yang telah dibuat adalah mewajibkan kendaraan pribadi menggunakan pertamax terbilang 1 April 2012. mudah-mudahan efektif.

satu lagi, pemerintah juga melakukan pemantauan angkutan umum dengan Radio frequency Identification (RFID, hal tersebut menurut saya baik, namun efektifitas dari segi anggaran biaya pada saat penyediaan RFID sendiri, karena perlu dipertimbangkan di DKI Jakarta saja ada banyak sekali angkutan umum yang berbahan bakar premium yaitu sekitar 14.000. belum seluruh indonesia. namun jika dilihat ternyata teknis kerja RFID ini cukup baik.

RFID yang tertempel pada setiap kendaraan adalah dalam bentuk stiker. RFID sendiri memiliki 3 perangkat, menurut esdm.go.id, yaitu notifikasi, transaksi, dan kontrol. sistem notifikasi ini berupa layar LED dan antena kontrol, pada tiap SPBU. nah ketika kendaraan masuk melalui antena kontrol, sistem notifikasi akan menunjukan pada layar LED berapa banyak jatah BBM subsidi yang ia miliki maupun sisanya. selanjutnya komponen transaksi dilakukan oleh petugas SPBU, dan kontrol yang ada di kantor spbu mengenai data-data angkutan.

menurut saya sudah baik, tapi pengadaannya akan terbilang sulit. kalau begitu saya ada pemikiran, sebenarnya sistemnya hampir sama, namun ini akan lebih mudah, karena bukan dalam bentuk stiker, namun dalam bentuk kartu transaksi, dan dapat digunakan oleh setiap konsumen. dan notifikasi, transaksi, dilakukan dalam satu kegiatan, pokoknya teknisnya begini:

Kartu Transaksi BBM

  • Syarat regulasi :

Sebelum kartu ini dipublikasi, pemerintah harus meregulasi sebuah peraturan bahwa setiap individu per satuan waktu mau tidak mau harus mengkonsumsi BBM sebanyak misalnya : RP 250.000,00

syarat kedua adalah dengan menetapkan bahwa jual beli bbm harus dengan kartu diatas.

untuk itu kartu ini bekerja sama dengan  Bank, dan transaksinya sama seperti kita transfer uang. dari setiap akun, di transfer ke akun Pemerintah terpusat, disana semua uang konsumsi BBM dari seluruh indonesia tersimpan.

  • Apa itu kartu BBM?

Kartu BBM adalah kartu yang mendata anggaran setiap orang yang memiliki kendaraan per satuan waktu. kartu ini  sasarannya bukan melihat jatah atau quota BBM namun melihat berapa banyak uang yang telah dikeluarkan setiap individu per satuan waktu, kita ambil per minggu misalnya.kartu ini dibuat seperti kartu ATM.

Kartu BBM pada dasarnya memiliki akses ke akun bank masing-masing. namun sebelumnya di pada setiap individu diharapkan melakukan verivikasi akun bank melalui internet maupun sms.

melalui internet:

misalnya kita masuk ke situs ‘Kartu BBM’, lalu verivikasi mengenai data, no ktp, bank dimana kita menyimpan uang kita, lalu pin atm kita, dan sebagainya.

melalui sms :

Melalui sms sistemnya sama verivikasi seperti diatas. melalui sms agar lebih mudah dan lebih dijangkau oleh orang banyak.

setelah verivikasi, maka akses ke akun bank kita telah siap. maka setiap transaksi dilakukan dengan kartu, tinggal menggesek kartu, dan memasukan pin atm kita, lalu terjadilah transaksi uang yang langsung terpotong dan di transfer ke rekening pemerintah.

diberi tenggang waktu verivikasi, setelah tenggang waktu usai setiap transaksi jual-beli BBM harus melalui kartu tersebut.

  • Pembagian dan Sosialisasi Kartu

Pembagian dan sosialisasi kartu sangat mudah, misal telah ditetapkannya regulasi menggunakan kartu ini misal per 1 februari, maka setiap SPBU telah dilengkapi kartu ini untuk dibagikan pada setiap individu yang memiliki kendaraan, satu kendaraan satu individu atau satu kartu kontrol. untuk selanjutnya pembagian kartu kontrol ini diberikan oleh penjual mobil setelah ia membeli mobil tersebut.

  • cara kerja kartu BBM

sebelumnya cara kerja kartu BBM memiliki 3 perangkat :

Notifikasi, Transaksi dan Kontrol.

Seperti yang sudah digambarkan sedikit diatas, setiap kita bertransaksi maka akan langsung terkirim  ke rekening pemerintah. saat bertransaksi operator di setiap SPBU juga dapat melihat seberapa banyak uang yang telah individu itu keluarkan untuk membeli BBM minggu ini (Notifikasi). sehingga jika sudah melampaui jatah atau quota, maka transaksi tidak akan bisa berlangsung, dan mungkin jika sudah melampaui ada sensor dari card reader( perangkat pembaca kartu BBM) ke dalam tanki untuk menutup aksesnya.  (Kontrol).

  • mengapa dengan kartu lebih mudah?

karena dengan kartu pemerintah mengusahakan dari kami untuk anda oleh anda. jadi pemerintah hanya memfasilitasi namun semuanya menjadi tanggung jawab individu masing-masing. jika ia tidak mau mem-verivikasi kartu tersebut, ia tidak dapat menggunakan kendaraannya, karena ia tidak dapat bertransaksi.

kartu juga lebih mudah dan efektif dan efisien menyeluruh ke seluruh indonesia dobandingkan dengan RFID tadi. karena setiap individu memiliki akun bank masing-masing. dan transaksi seperti transfer uang sudah biasa dilakukan oleh setiap orang.

  • keuntungan Kartu BBM

1. mencegah korupsi. karena ada data setiap individu mengkonsumsi berapa rupiah, dan setiap individu langsung membayar ke pemerintah, tanpa ada perantara dulu.

2. Lebih mudah, sudah dijelaskan diatas.

3. membiasakan pola hidup hemat energi secara langsung kepada seluruh rakyat Indonesia. karena dengan quota atau jatah setiap orang.

  • Kelemahan Kartu BBM

1.kemungkinan akan terjadi calo bensin, namun hal tersebut dapat diantisipasi dengan konsekuensi si-calo sendiri tidak dapat bertransaksi lagi kalau quota atau jatah miliknya  sudah habis.

2. kemungkinan terjadi penyuapan pada operator BBM untuk pom bensin yang belum memiliki sensor dari card reader ke tanki. namun diusahakan agar sensor ini secepatnya dimiliki setiap orang.

3. kesulitan verivikasi mungkin terjadi, untuk itu digunakan sosialisasi melalui media masa. atau sms yang mengingatkan dari pemerintah pusat ke setiap individu, layaknya sms iklan dari provider.

  • BBM Card FAQ

bagaimana kalau pada suatu hari kami ingin berlibur jauh dan harus naik kendaraan pribadi?

maka setiap individu diminta untuk sadar, jika kebutuhan BBM pada suatu waktu diperkirakan melebihi biasanya, maka ia hendaknya menghemat atau istilahnya menabung. berarti diupayakan agar sebelum liburan anda berhemat dulu, yaitu pergi-pergi tanpa mobil dulu, misalnya dengan mass transportation.

untuk FAQ ini silahkan anda berkomen di bawah post ini, semoga menjadi masukan buat saya :)

  • Antisipasi peminjaman kartu

peminjaman kartu akan sangat beresiko karena kartu ini memiliki akses ke rekening anda. maka akan sangat riskan untuk meminjamkan kartu, lagian jika anda meminjamkan kartu kepada orang lain, sama saja anda membayari BBM orang tersebut.

About these ads
8 comments
  1. Dika Fajri Fiisabiilillah said:

    Wah, bagus juga ide lo ga. Tapi semua saran lo diatas itu termasuk cara adaptasi yang accomodate akibat bahan bakar yang semakin langka. Lebih baik menurut gua cara yang tepat untuk mengatasi masalah bahan bakar adalah adaptasi yang bersifat retreat, misalnya peningkatan dana atau investasi untuk pengalihan bahan bakar energi yang lebih mudah untuk diperbarui atau ramah lingkungan (bio fuel contohnya). Namun permasalahannya adalah investasi atau dana untuk inovasi pengalihan bahan bakar saat ini masih sangat rendah dilakukan oleh pemerintah. Contoh ya, LIPI, Lembaga yang seharusnya mengakomodasi inovasi-inovasi yang dilakukan oleh masyarakat tentang pengalihan energi (biasanya mahasiswa) kini sedang sakit. Kenapa? karena sedang minim dana. Bayangkan direktur LIPI saja cuma bergaji 6 juta per bulan. Direktur loh itu. Maka sebenarnya inovasi pengalihan bahan bakar saat ini telah banyak dilakukan oleh masyarakat, cuma investasi yang dilakukan pemerintah terutama masalah dana masih sangat minim. Tapi kartu Transaksi BBM bagus kok untuk saat ini, cuma perlu dipikirkan juga tentang keefektifan dan masalah2 baru yang muncul akibat adanya kartu itu. CMIIW. Hebat lo ga!

  2. Terimakasih diiiik atas komennyaaa :) infonya juga bagus.

    Sebenernya ini adalah sebuah solusi pembatasan konsumsi BBM jadi jangka pendek aja. Untuk jangka panjang gue setuju sm ide peralihan bahan bakar menjadi serba bio gt, sama seperti solusi yg udh dirumuskan di postingan gue sebelumnya yg ttg protokol kyoto itu :)
    Lebih lagi, solusi jangka panjang dan kira2 bisa digunakan skrg adalah perbaikan dan pengembangan transportasi masal, kualitas dan kuantitasnya di kembangkan, sehingga sejalan dan saling melengkapi dengan ‘kartu BBM’ yg di atas, ketika quota udh hampir abis, transportasi masal jadi alternatifnya. Gimana menurut lo? :)

  3. Dika Fajri Fiisabiilillah said:

    Bener juga ga! Menurut gua transportasi massal perlu dikembangkan. Kayak yang di video asdal, Kota Curitiba. Itu sukses banget tuh mengembangkan transportasi massal. Itu perlu regulasi yang kuat, kekuatan politik yang besar dan keinginan kuat. Cuma masalahnya di politik dan keinginan nih ga. Pertama, para stakeholder pasti punya kepentingan masing2 di pemerintahan. Nah gimana caranya regulasi tentang pengembangan transportasi massal ini bisa mengakomodasi kepentingan para stakeholder, atau bahkan lebih bagus lagi si para pemegang kepentingan ini mengalah dan mendukung regulasi ini. Trus masalah keinginan, apakah masyarakat dengan semudah itu untuk beralih ke transportasi massal. Masalahnya pasti soal kenyamanan dan keamanan menggunakan transportasi massal tersebut. What do you think?

  4. Hmm.. Iga boleh ikutan komen ya? tapi agak pusing gini, tp bosen juga.. hahaha kyknya bakal ga rapih, mudah2an komennya bisa ditangkep.. Zzzz

    Saya suka menganggap bahwa transportasi massal itu seperti takdir bagi kebanyakan dari kita, begitu juga apartemen atau rumah susun, mungkin itu takdir generasi anak-cucu kita.
    Iga menyebutkan penggunaan BBM Card. BBM card itu kira-kira bisa digunakan mulai dan sampai kapan? dan seberapa efektif?

    Contoh kasus adalah Roman Abramovich, milyarder asal Rusia juga pemilik Chelsea FC, dari penjual mainan anak, parfum, akhirnya melihat peluang tiket subsidi BBM. Dia membeli tiket subsidi dari orang-orang yang tidak perlu BBM dengan harga di bawah pasar, dikumpulkan dalam tangki-tangki besar, lalu dijual ke negara-negara yang sedang kirisis BBM.

    Coba lihat Jepang, sebagai negara bekas penjajah, dia rajin memberikan bantuan hutang ke Indonesia, namun umumnya untuk “infrastruktur jalan”. Kenapa? Yamaha, Honda, Suzuki, Mazda, Kawasaki, Mitsubishi.. mereka adalah perusahaan dengan produk-produk kendaraan bermotor yang memerlukan jalan untuk dapat digunakan. (Kecuali Off Road)
    Perlu diingat, Jepang adalah salah satu negara yang menerapkan praktik ekonomi “dumping” :

    “…suatu bentuk diskriminasi harga internasional yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau negara pengekspor, yang menjual barangnya dengan harga lebih rendah di pasar luar negeri dibandingkan di pasar dalam negeri sendiri, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan atas produk ekspor tersebut…”
    “….praktik dagang yang dilakukan eksportir dengan menjual komoditi di pasaran internasional dengan harga kurang dari nilai yang wajar atau lebih rendah daripada harga barang tersebut di negerinya sendiri atau daripada harga jual kepada negara lain, pada umumnya, praktik ini dinilai tidak adil karena dapat merusak pasar dan merugikan produsen pesaing di negara pengimport…”

    http://binchoutan.wordpress.com/2008/06/19/dumping-dan-penetapan-anti-dumping-studi-kasus/ (iseng ambil, ga kenal sih, tp berguna.. trims)

    Implikasi dari harga murah ini (dan iklan2nya yang kocak atw keren) adalah orang Indonesia didorong menjadi konsumtif. Sedangkan orang Jepang sendiri malah lebih sering menggunakan transportasi massal. Kita memang sudah merdeka, namun secara ekonomi? menurut saya kita belum sepenuhnya merdeka.

    Miris sekali karena pengaruh iklan, ada orang2 yang lebih memilih jadi tukang ojek daripada jadi petani. Malahan ada yang sampai menjual sawahnya/sapinya agar bisa membeli motor. Sama juga di kota2 besar, mobil pribadi masih terlihat lebih nyaman kan? keamanan transportasi umum yang dari dulu juga suka dipertanyakan. Klo begitu apa perlu jumlah angkot sampai ribuan?

    Ada yang bilang apabila harga BBM naik, harga barang2 juga naik. Coba kritisi apa “harus” selalu seperti itu. Saya pernah ngobrol kepada para petani, dan simpulan yang saya tangkap adalah ada selisih hampir Rp.6.000,- per kg beras, dari harga petani dengan harga di pasar Induk. Jadi siapa yang menikmati kenaikan harga beras akibat kenaikan harga BBM tersebut?

    Jika kita bicara transportasi massal (khususnya Jawa), transportasi apa yang cocok? untuk lingkup apa?
    Klo saya, spontan jawabannya adalah kereta api.. 8) (pengen-ngarep-banget), baik untuk dalam kota maupun antar kota, walau untuk dalam kota banyak opsi lain seperti monorel. Kereta api bagi banyak negara adalah urusan yang sangat vital, bahkan India saja memiliki Menteri Kereta Api dan pemerintah yang menjalankan perusahaan kereta apinya. (untuk Indonesia bagaimana?)

    Berbeda dengan jalan, rel kereta api tidak terlalu acak dalam urusan bangkitan bangunan yang ditimbulkan di sepanjang rutenya. Paling hanya di sekitar stasiun. Berbahaya klo kerjanya jalan di Jawa itu diperlebar melulu, nanti dikhawatirkan terjadi apa yang disebut “Kota Jawa” – http://maharika.staff.uii.ac.id/?s=pengkotaan

    Berikut adalah beberapa hal yang menurut saya perlu diperhatikan dalam mewujudkan transportasi massal kereta api di Indonesia :

    1. Dana
    Sejak dulu juga kita sudah tahu, umumnya tidak ada yang gratis di dunia ini. Pertanyaannya darimana kita akan mendapatkan dana tersebut, APBN, APBD ? atau.. lagi2 dari utang kah? atau bisa dengan adanya investor asing? atau kombinasi dari antara tersebut? banyak pilihan, untuk info lebih lanjut silakan ambil pempem pak JP. Klo menurut saya pribadi, mungkin lebih baik dengan privatisasi dengan alasan kemandirian dalam pendanaan dan pengaruh politik. Tidak perlu menunggu turunnya anggaran. Seandainya swasta, saya berharap swastanya adalah orang2 Indonesia bukan orang asing., atau asing tapi bos2nya /mayoritas pemilik sahamnya orang Indonesia.

    2. Masterplan Kereta Api
    Dari buku “Territory and Function” nya Clyde Weaver dan John Friedmann (salah satu planoloog favorit saya), beliau menekankan pentingnya network linkage untuk mendorong pertumbuhan wilayah. Sebagai suatu bentuk reformasi manufaktur industri, tidak perlu semua komponen produk dibuat di satu tempat. Contohnya Ipod, klo kita lihat dibelakangnya suka ada tulisan yang kira2 artinya gini :
    “Di desain California, di manufaktur di China”
    Mengapa, karena tiap lokasi itu punya keuntungan dan kekurangan. Gaji pekerja di AS mungkin lebih tinggi dari pekerja pabrik di China. Selain itu, seandainya si perusahaan Apple bikin perusahaan desain dan pabrik sekaligus di AS, pasti biayanya lebih mahal, mending dia bikin perusahaan desainnya aja trus pabrik nya tinggal perusahaan China yang bikin kan? Trus dijual ke seluruh dunia. :o
    Nah dalam konteks Indonesia bagaimana? kita harusnya juga bisa seperti itu (dengan kombinasi angkutan laut).. sama prasayarat yang mas Dika udah sebutin.. kemauan politik, ..jelas juga titik2 lokasi yang ingin diakses, bagaimana tahapan pembangunannya, serta untuk produk apa.
    Masterplan ini juga bisa untuk transportasi penumpang secara nasional, misalkan saya dari Ciamis, mau ke Manado, naik kereta, naik kapal, trus naik kereta lagi, dan mungkin tiketnya bisa paket gitu (beli di awal).. jadi ga ada cerita melamun di stasiun/pelabuhan.

    http://www.tender-indonesia.com/tender_home/innerNews2.php?id=8928&cat=CT0017

    3. Pembebasan Lahan
    Salah satu urusan yang ribet dalam pembangunan infrastruktur adalah pembebasan lahan. Terkadang di negara kita yang pembangunannya suka udah “terlanjur” seperti ini.. yah susah, tapi ga mustahil untuk mewujudkan pembebasannya (jadi inget Mesuji), karena kita bicara kemampuan sebuah negara.. bukan organisasi kecil. Sekarang yang kurang adalah implementasi dari UU yang sesuai. UU Pembebasan Lahan malah masih rencana.

    http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1808878/kadin-dukung-uu-pembebasan-lahan

    4. Lobby Politik Para Pemilik Kepentingan (DPR, Kementerian) – sekilas udah dibahas. Klo oknum pemerintah kita masih bisa didikte oleh lobiis Jepang yah susah.

    5. Maintenance
    Klasik, kasus jembatan Kartanegara mungkin contohnya, udah capek2 dibangun trus ambruk.. jangan sampai itu terulang lagi

    Sorry sotoy banget nih, juga panjang lebar… trus kemana2.. kesannya ga terstruktur gitu haha.. lebih tua bukan berarti lebih bener kan? kasih tau klo ada yg kurang sesuai.. 8O selamat liburaan, nanti cerita2 liburannya ya

    • okee, sesuai janji akhirnya aku reply juga karena sudah ada beberapa pemikiran, experience, dan waktu untuk me-reply ini comment yg beraaaat. hahaha.

      buat saya, ini memang waktunya indonesia memikirkan transportasi masal, benar, takdir. bukan takdir juga sih, tapi apapun itu, ini sudah waktunya karena menimbang kebutuhan yang mendesak.

      angkutan perkotaan, atau angkot sudah tidak lagi efektif, ya buktinya bisa dilihat bahwa ternyata justru masalah kemacetan timbul gra-gara angkot yang ternyata dirancang setengah-setengah. kenapa setengah-setengah, ternyata tidak dipertimbangkan tempat pe,berhentian angkot itu sendiri, sehingga angkot banyak nge-tem di jalan dan menghambat arus kendaraan.

      memperluas jalan juka bukan merupakan solusi jitu. bangunan sudah banyak berdiri, untuk mengalihkannya butuh banyak biaya, sehingga benar saja sepertinya transportasi masal memang wajib digunakan.

      saya setuju dengan kakak, kereta!.

      kalo di Curitiba itu, yang diungkit Dika, transportasi masal yang mereka gunakan adalah bus. sistemnya seperti busway gitu deh. buat saya di jakarta kan sudah diterapkan busway, namun ternyata busway bukan sebuah solusi yang optimal, hasilnya masih belum maksimal. kemacetan masih banyak, besides busway masih menggunakan BBM.

      Sehingga benar saja kereta itu yang menurut saya paling visible.
      1. kereta bisa menampung banyak penumpang satu kali operasi
      2. kereta juga murah biaya perawatan, dan cenderung dioperasikan oleh satu perusahaan aja milik negara, jadi keuntungannya bukan milik swasta.
      3. Kereta tidak menggunakan BBM
      4. kalau dipikir-pikir, kereta bisa saja angkutan paling nyaman.

      namun saya setujunya dengan monorail, atau kereta bawah tanah. agak susah pengerjaannya, tapi hal itu akan membuat operasi kereta jadi lebih nyaman dan aman, maksudnya dengan kereta bawah tanah, atau monorail akan mengurangi resiko tabrakan oleh kendaraan lain, atau penumpang yang naik di atap kereta. kereta juga bisa melaju dengan kencang. dan disamping itu tidak makan lahan lagi untuk rel kereta diatas tanah.

      menjawab BBM Card efektif dari kapan sampai kapan, kalau aku idealnya ingin BBM card efektif secepatnya setelah hal ini di approve dan dipersiapkan matang-matang untuk tiap sektornya, sampai kapan, berarti sampai semua teknologi telah beralih, dan kita sudah tidak membutuhkan bahan bakar minyak lagi.

      BBM Card ini konsepnya kan sama kayak kita membayar, namun melalui BBM Card, tiap individu mendapat jatah agar kita belajar hemat dan tidak membuang-buang bahan bakar minyak yang mulai langka.

      seberapa efektif?
      hmmm aku sih cukup yakin kalau pemerintah mau komitmen sama BBM Card ini, ini bisa efektif juga. soalnya konsep BBM card itu gak jauh2 sama kegiatan sehari-hari kita, yaitu bayar menggunakan kartu debet. pasti setiap individu bisa dan sudah terbiasa, gituuu kaaak :)

      komentar mengenai dumping, wah namanya aja dalam kondisi terdesak, pasti ada-ada aja yaaa manusia idenya, makannya fenomena dumping ini terjadi. Ini sih masalah hukum, tapi aku sendiri sebagai individu menilai fenomena ini sebuah pelanggaran sih, soalnya bagaimanapun orang pasti akan membeli yang harganya lebih muraah kan? maka itu hal ini akan merugikan negara yang memiliki sumber daya tersebut dalam jumlah terbatas, dan tidak adil bagi yang sumber daya tersebut berlimpah ruah. seharusnya persaingan tetap fair saja :)

      lagian untuk negara yang memiliki sumber daya melimpah ruah tersebut, lebih baik dipikirkan lagi apakah benar rakyatnya sudah tidak membutuhkan hal itu. atau bisa saja kan ditampung untuk kebutuhan mendatang.

      untuk masalah penjualan beras itu. aku juga pernah denger dari alumni ITB sendiri, dia alumni jurusan biologi, dia sendiri bekerja di sektor kultur jaringan dimana ia juga bertani membuat bibit kentang dengan proses kultur jaringan.

      apa yang aku terima dari dia sangat banyak sekali, apalagi informasi mengenai permasalahan pangan di Indonesia. termasuk fakta bahwa ternyata petani tidak menjual beras segitu mahalnya. dan yaaa ada beberapa pihak yang terkait di dalam peristiwa tersebut.

      okaaay deeh kaak segitu ajaaa kali yaaa :)

  5. to dika fajri :

    ya itu dia dik kuncinya:
    KOMITMEN pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya.
    ya itu penting banget sih, istilahnya kalau banyak planning atau regulasi yg dibikin oleh orang-orang pinter, tapi ternyata tidak menjadi kepentingan pemerintah, is a waste. yaaa apapun itu pemerintah yg memutuskan kan?

    kedua, supaya masyarakat mau naik transportasi masal, itu mudah
    bikin saja senyaman mungkin, secanggih mungkin, seoke mungkin, dan yakinkan dengan iklan sebaik mungkin, siapapun pasti mau naik transportasi masal yang bagus, efektif dan efisien kan?

    untuk kak adisukma :

    kalau begitu, Alhamdulillaaah .
    berarti pemerintah mulai mencoba menerapkan isu peralihan teknologi. well next step : make it global (maksudnya ke seluruh indonesia, gak cuman Palembang).
    tapi itu link nya gak bisa kebuka masak kak..

  6. wah untuk kak Adhisukma, maaf yaaa ini comment baru aku approve, aku pikirin dulu nih apa yg kakak tulis, more than cool! hahaha :) dan aku janji setelah aku mendapat beberapa jawaban yang pantas untuk comment kakak, aku bakal reply. terimakasih yaaa untuk selalu membaca postingan aku kak :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: