mungkin agak membingungkan bagaimana sebuah interaksi antara manusia itu terjadi. saya mencoba menganalisa interaksi tersebut. sebenarnya menurut saya interaksi antar manusia ada karena kebutuhan secara natural. mungkin normatif, setiap orang juga berfikiran seperti itu. namun ada esensi lagi dari sebuah interaksi, akan saya jawab setelah ngobrol panjang lebar di bawah ini.
interaksi paling aneh dan menakutkan sempat terjadi pada saya sekitar tanggal 26 januari kemarin. menakutkan sekali ketika kita mencoba berbicara dengan seseorang yang kita idolakan, dan belum tahu apakah dia sebenarnya tertarik atau tidak pada apa yang mau kita bawa di interaksi tersebut. gak mau curhat mengenai apa yang terjadi, yang jelas perasaan tidak relax karena terlalu tegang, menjadikan apa yang kita sampaikan itu hilang dan tidak pada point nya. akhirnya saya dapat menyimpulkan satu hal, interaksi yang terjadi antar manusia sebaiknya dijalani dengan perasaan tenang, sehingga kita dapat berkomunikasi dan berfikir dengan baik.
yang kedua, malam ini saya kesal sekali dengan seseorang karena dia tidak membalas pesan singkat yang saya kirimkan, saya meminta ia untuk datang dan berdiskusi dengan saya mengenai rencana yang saya akan buat. padahal tujuan saya interaksi berbobot sekali. tapi egois sekali jika saya akhirnya furious sama dia hanya karena dia tidak membalas pesan saya, sebenarnya ini masalah pride, which one is higher. tidak di balas pesan oleh orang tersebut, saya merasa pride saya jatuh. furious adalah sebuah ekspresi yang saya timbulkan karena merasa harga diri saya jatuh. sehingga dapat saya simpulkan, dalam interaksi dengan manusia, ada kepentingan lain yang menyangkut harga diri.
selanjutnya interaksi yang terjadi dan saya alami beberapa waktu ini adalah perasaan ketidak nyamanan karena saya harus berbicara dengan orang yang saya tidak sukai. sebagai manusia hal tersebut wajar, ketika kita menolak beberapa hal yang tidak masuk ke selera kita. mungkin dapat dianalogikan dengan aroma. kalau kita gak suka dengan aroma tersebut, ya kita akan menjauh. begitu pula dengan interaksi. jadi, saya dapat simpulkan bahwa interaksi juga ternyata terjadi karena ada kepentingan dan diikuti dengan perasaan tertentu.
jadi, dari sekian banyak interaksi yang terjadi di sekeliling saya, saya menemukan sebuah esensi baru, gabungan dari interaksi-interaksi yang terjadi. yaitu :
menghadapi seorang manusia, sama seperti menghadapi sebuah teka-teki.
kenapa teka-teki, karena pada saat yang bersamaan, dua dunia sedang berotasi mendekat satu sama lain, karena gravitasi yang sama-sama dimiliki. kalau memang masing-masing nyambung, mungkin gak akan terjadi crash, kalau gak nyambung, mungkin crash. kenapa saya analogikan dengan dunia? jadi yang saya maksud bukan hanya sekedar otak, tapi pikiran. manusia itu masing-masing memiliki dunia sendiri, perspektif sendiri, pendapat sendiri. manusia itu bisa sebenarnya merekayasa sesuatu, di dalam otaknya sendiri, sehingga sebenarnya tidak ada yang bersifat mutlak objektif, kecuali pengukuran, itu juga jika kita telah sama-sama menetapkan dimana titik nol nya. pokoknya contoh konkret nya, kita bertemu seseorang, kita sebenarnya bisa merekayasa apakah orang ini menarik secara fisik, maupun tidak.
sebenernya justru interaksi dengan orang-orang maka kadang hal-hal yang bersifat subjektif jadi bersifat semi subjektif. misal, megan fox, dia dibilang cantik oleh kebanyakan orang di dunia, maka membuat paradigma orang yang melihat bilang dia juga cantik. sebenarnya mungkin ada beberapa orang bilang dia tidak cantik, tapi pikirannya jadi terbawa oleh pikiran orang-orang.
untuk disukai oleh banyak manusia itu, agak susah. misal kita mau berbuat baik pula, sebenarnya orang akan berfikir berbeda. pokoknya intinya adalah manusia itu cenderung berfikiran negatif, entah kenapa, mungkin akan saya pikirkan mengenai ini, sehingga niat baik saja bisa di interpretasikan menjadi niat yang jelek. begitu juga sebaliknya,kalau kita mau disukai oleh lawan bicara, ingat disukai loh, bukan love oriented, sebagai individu kalau mau banyak relasi kan kita harus banyak disukai oleh orang. coba baca selera dia, coba impress dia, karena first impression itu ternyata memberi dampak yang paling lumayan. dan tetap be your self.
oke sekarang sudah sampai pada titik akhirnya saya memberi sebuah solusi, bahwa sebuah interaksi itu akan baik terjadi jika kita memagang satu kata yang sangat berharga ini : SABAR.
mengapa sabar? karena seperti yang saya jelaskan di atas, sebenarnya dalam interaksi itu kita mencoba mempengaruhi dunia masing-masing. meresap ke pemikiran dia sekaligus menyalurkan pemikiran kita. setiap dari kita yang berinteraksi memiliki masing-masing kepentingan yang mau di angkat menjadi topik. sehingga masing-masing dari kita memiliki harga diri yang dipertaruhkan sebenarnya dalam setiap interaksi. pokoknya siapa yang menguasai pembicaraan, dan membuat orang tersebut terpesona, berarti dialah yang menang. namun keegoisan tersebut yang sebenarnya berujung pada hasil yang berupa kenyamanan, ketidak nyamanan, suka atau tidak suka dapat diselubungi oleh sabar.
jadi, sabar adalah sebuah kunci bermain interaksi, atau kalau saya mau lebih gamblangkan adalah sabar adalah sebuah kunci dalam membuat seseorang menjadi satu pemikiran dengan kita, atau dengan kata lain, politik.
